Aktivitas Ekstrak gel Aloe vera sebagai Antiinflamasi Untuk Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus Sprague dawley

  • Puji Astuti

Abstract

Latar Belakang: Pengembangan Aloe vera sebagai salah satu tanaman tropis saat ini masih terfokus pada pengolahannya sebagai bahan pangan. Padahal, tanaman ini mengandung berbagai asam amino, vitamin A, B, C, dan E, mineral, dan berbagai enzim yang baik bagi tubuh. Salah satu manfaat Aloe vera tersebut adalah sebagai antiinflamasi.

Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas antiinflamasi dari Aloe vera pada proses penyembuhan luka

Metode: Penelitian ini menggunakan 35 tikus jantan Sprague dawley sebagai hewan coba yang dibagi menjadi 7 kelompok percobaan. Perlakuan dilakukan selama satu minggu dan hasil perlukaan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif (histopatologi).

Hasil: Hasil pengamatan luka pada tikus Spargue dawley menunjukkan bahwa secara kualitatif terlihat jelas pengaruh ekstrak Aloe vera sebagai anti inflamasi karena memperlihatkan persembuhan yang cukup besar dengan tingkat kesembuhan ke empat perlakuan minimal 66%. Kelompok 4 (perlakuan dengan ekstrak gel Aloe vera) menunjukkan hasil tertinggi mencapai 76% kesembuhan. Berdasarkan analisis histopatologi menunjukkan bahwa semua kelompok perlakuan menunjukkan persentase re-epitelisasi 100%.

Kesimpulan: Secara kualitatif, proses penyembuhan luka dengan ekstrak Aloe vera segar menunjukkan hasil paling baik. Sementara itu secara kuantitatif semua kelompok menunjukkan persentase re-epitelisasi 100% yang artinya terjadi penutupan luka secara sempurna oleh epidermis baru.

 

Kata kunci: Aloe vera, luka, antiinflamasi

Published
2020-06-28