Main Article Content

Oon Fatonah Akbarini
Henny Fitriani

Abstract

Latar Belakang:  Kasus HIV/AIDS pada kelompok remaja dari waktu ke waktu cenderung meningkat, saat ini persentasi kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun, kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun, 40-49 tahun, 50-59 tahun, dan 15-19 tahun). Usia produktif orang Indonesia melakukan hubungan seks antara 18-50 tahun. Demikian juga halnya mahasiswa, dari struktur usianya rata-rata 20-30 tahun, merupakan masa reproduksi aktif. Tentunya mahasiswa pada usia ini sangat produktif dan mempunyai hasrat untuk melakukan hubungan seks terhadap lawan jenisnya.


Tujuan:  1. Untuk mengetahui karakteristik siswa SMK LKIA di Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat. 2. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah diberikan peer education.


Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan rancangan One Group Pre-Test, Post Test Design. Sampel sebanyak 50 orang dengan teknik Purposive Sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.


Hasil penelitian: Didapat bahwa untuk karakteristik jenis kelamin Sebagian besar perempuan sebanayak 29 orang (58%). Hampir semua Responden dengan usia 15-17 tahun sebanyak 42 orang (84 %). Responden dengan pendidikan ayah sebagian besar berpendidikan tinggi yaitu 41 orang (82 %), sedangkan responden yang Pendidikan ibu tinggi Sebagian yaitu 26 orang (52 % ). Responden berdasarkan sumber informasi Sebagian besar menggunakan Non-Media Massa yaitu 37 responden (74%).Pada Hasil Pengujian didapat nilai p bernilai < 0.05 yang artinya ada perbedaan signifikan skor pretest dan postest, denagn nilai mean difference -6.32 artinya bahwa peer group memberikan pengaruh terhadap pengetahuan HIV AIDS.


Simpulan: Pendidikan Kesehatan melalui peer group secara rata-rata dapat meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS sebanyak 6.32 point. Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa metode peer group merupakan alternatif cara efektif yang dapat diterapkan di sekolah dalam memberikan pendidikan kesehatan agar dapat memaksimalkan pencapaian peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS.

Article Details

How to Cite
Akbarini, O. F., & Fitriani, H. (2020). Pengaruh Peer Education Terhadap Pengetahuan Siswa SMK Tentang HIV/AIDS di Kota Pontianak . Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 5(2), 68-75. Retrieved from https://journal.polita.ac.id/index.php/jakiyah/article/view/11
References
1. BKKBN. (2010). Modul Pelatihan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja Bagi Calon Konselor Sebaya. Jakarta: BKKBN.

2. Cangara, H. (2010). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

3. Ditjen PP & PL, K. R. (2014). Laporan Perkembangan HIV/AIDS. Jakarta: Kemenkes RI.

4. Hakim, A dan Oke Kadarullah. (2016). Pengaruh Informasi Media Massa Terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa SMA. Psycho Idea / Volume 14 / No 1 Februari 2016, 31-40.

5. Krisnawati, E. (2016). Perilaku Konsumsi Media Oleh Kalangan Remaja Dalam Pencarian Informasi (Studi Kasus Perilaku Remaja di Kota Salatiga Dalam Penggunaan Media Dalam Perspektif Teori Ketergantungan Media). Jurnal Ilmiah komunikasi / Volume 5 / No 1 Juli 2016, 43-69.

6. Nikmah, A, Sri Subiyatun Widaningsih, Luluk Rosida. (2018, Juli 24). Retrieved from http://digilib2.unisayogya.ac.id/handle/123456789/86

7. Riyanto, A. (2011). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

8. Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

9. Sugiyono. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

10. Suriani, Hermansyah. (2015). Pengaruh Peer Group Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan Magister Keperawatan Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala / Volume 3 / No 1, 22-27.