Main Article Content

Abdul Malik Iskandar
Hairuddin
Harifuddin Halim

Abstract

ABSTRAK


Latar Belakang:  Pelayanan kesehatan yang baik, bermutu, profesional, dan diterima pasien merupakan tujuan utama pelayanan rumah sakit. Namun hal ini tidak mudah dilakukan dewasa ini. Meskipun rumah sakit telah dilengkapi dengan tenaga medis, perawat, dan sarana penunjang lengkap, masih sering terdengar ketidakpuasan pasien akan pelayanan kesehatan yang mereka terima. Kurangnya komunikasi antara staf rumah sakit dengan pasien merupakan salah satu alasan keluhan umum pasien di rumah sakit. Pasien sering tidak puas dengan kualitas dan jumlah informasi yang diterima dari tenaga keperawatan.


Tujuan: mengetahui bagaimana hubungan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat Inap di Ruang Nifas Puskesmas Batua Makassar Tahun 2012.


Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik yang menggunakan data primer, sampel dari pasien yang dirawat inap 40 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling,dan uji statistik adalah Chi Square.


Hasil penelitian: dari 29 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal tenaga keperawatan baik ada 23 (57,5%) responden yang mengatakan puas, dan 6 (15%) mengatakan kurang puas, sedangkan dari 11 responden yang mengatakan komunikasi interpersonal cukup ada 4 (10%) responden yang mengatakan puas, dan 7 (17,5%) mengatakan kurang puas. Berdasarkan uji statistik regresi logistic diperoleh p = 0,02 < α = 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan (H0 ditolak).


Simpulan: komunikasi interpersonal merupakan faktor yang menentukan kepuasan pasien dengan tenaga keperawatan. Bahkan komunikasi yang baik dapat berpengaruh terhadap motivasi kesembuhan pasien. Oleh karena itu diharapkan tenaga keperawatan agar selalu memperhatikan cara berkomunikasinya dengan pasien agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Article Details

How to Cite
Iskandar, A. M., Hairuddin, & Halim, H. (1). Komunikasi Interpersonal Tenaga Kesehatan Dengan Tingkat Kepuasan Pasien . Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 5(2), 96-102. Retrieved from https://journal.polita.ac.id/index.php/jakiyah/article/view/44
References
1. Priscylia A.C, R., Pondaag, L., & Rivelino, H. (2014). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Irina A Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jurnal Keperawatan, 2(2), 1–8.
2. Basri, B. (2018). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Diruang Rawat Inap RSUD Poso. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 1(2), 92–100.
3. Fardiansyah, A., Irmayani, I., & Kadir, A. (2013). Pengaruh Sarana Prasarana, Prosedur Penerimaan Pasien, Pelayanan Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 2(1), 139–146.
4. Sugiyono. (2010). Statistik Untuk Penelitian. CV. Alfabeta.
5. Iskandar, A. M., & Halim, H. (2014). Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Belajar. Jurnal Kesehatan Mega Rezky, 4(2), 1–4.
6. Putra, A. (2013). Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah DR. Zainoel Abidin. Jurnal ILmu Keperawatan, 1(1).
7. Elviana, D. (2015). Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Konsep Komunikasi Terapeutik Dengan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Di Ruang Rawat Inap Rsud Dr. H. Bob Bazar, SKM Kalianda Tahun 2013. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 5(1), 243–250.
8. Iskandar, A. M., Fitrianingsih, J., & Halim, H. (2019). Teknik Komunikasi Terapeutik Perawat Dan Kecemasan Pre Operasi Pasien. Jurnal Socio Edu, 3(2), 64–72.