Main Article Content

Olivia Asih Blandina
Kadek Intan Dwi Anggari

Abstract

Latar Belakang: Masyarakat berasumsi bahwa gangguan jiwa adalah hasil dari kutukan arwah nenek moyang, sedangka gangguan jiwa sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan.


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat Halmahera Utara tentang penyebab gangguan jiwa.


Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain descriptive. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Halmahera Utara yang berjumlah 400 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dimodifikasi oleh peneliti dan dianalisa secara statistik univariat.


Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (75%) berada pada kategori tingkat pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan tenaga kesehatan secara rutin memberikan pendidikan kesehatan terkait peningkatan pengetahuan atau informasi tentang penyebab gangguan jiwa dan peran masyarakat, mengingat pentingnya peran masyarakat dalam membangun dukungan lingkungan yang baik untuk mendukung proses penyembuhan oramg dengan gangguan jiwa. 


 

Article Details

How to Cite
Blandina , O. A., & Anggari, K. I. D. (2020). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Halmahera Utara tentang Penyebab Gangguan Jiwa. Jakiyah: Jurnal Ilmiah Umum Dan Kesehatan Aisyiyah, 5(2), 85-89. Retrieved from https://journal.polita.ac.id/index.php/jakiyah/article/view/42
References
Agusno, M. 2011. Global – National Mental Health & Psychosocial Problem & Mental Health Policy. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Depkes RI. 2010. Pengertian Gangguan Jiwa.
Kementrian Kesehatan, R. I. 2013. Riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Mestdagh, A,. and Hansen, B. 2013. Stigma in patients with schizophrenia receiving community mental health care: a review of qualitative studies. Soc Psychiatry Psychiatr Epidemiol (2014) 49:79–87.
Nasir, A., & Muhith, A. 2011. Dasar-dasar keperawatan jiwa: pengantar dan teori. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan, Ed.Rev. Jakarta : Rineka Cipta.
Salahuddin, M. 2009. “Peran Keluarga Terhadap Proses Penyembuhan Pasien Gangguan Jiwa”. Skripsi. http://lib.uinmalang.ac.id/thesis/fullchapter /04410102-muhammadsalahuddin.ps.
Sears, Freedman, Peplau. 1999. Psikologi Sosial. Edisi kelima. Jilid-2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Stuart,G.W. 2013. Psyciatric Nursing. (Edisi 10). Jakarta: EGC
Undang-Undang RI. 2014. UU Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa
Yosep. I. 2010. Ilmu Keperawatan Jiwa. Bandung. Refika Aditama
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Videbeck, S. 2008. Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC
Wawan, A. & Dewi M. 2011. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusi. Cetakan II. Yogyakarta : Nuha Medika